Suatu hari seekor burung, seekor tupai, seekor ikan dan seekor belut berkumpul dan memutuskan untuk memulai sebuah sekolah. Sewajarnya, si burung bersikeras memulai sebuah sekolah terbang. Tapi si Tupai membantah demi keinginan mengadakan kursus memanjat tegak lurus. Dan si ikan, menginginkan perguruan tinggi renang.
Perdebatan panas ini tampaknya akan berlangsung selamanya hingga si belut mengajukan sebuah kompromi: mengapa tidak membiarkan semua ini termasuk dalam kurikulum?
Dan begitulah sekolah itu dibuka secara resmi dan semua murid mengikuti semua kursus yang tersedia.
Burung terlihat luar biasa saat terbang tapi gagal besar dalam renang. Tidak makan waktu lama, sayapnya hancur karena gaya bebas dan gaya dada; akhirnya ia mendapat nilai C dalam kelas terbang, dan F dalam renang.
Tupai mengalami patah tulang dari semua tulangnya ketika ia mencoba terbang. (Ia melompat dari pohon yang paling tinggi dan berteriak, ‘Superman!’ Tidak berhasil.
Dan si ikan? Ia tidak bernafas dengan baik ketika ia mencoba memanjat atau terbang. Hingga ia mengalami kerusakan otak dan bahkan bukan perenang terbaik saat akhir semester.
Tebak siapa yang terbaik di kelas?
Si belut. Ia melakukan semuanya dengan cara setengah jalan. Dalam memanjat pohon, Ia menggeliat ke atas. Dalam renang, ia menggeliat di dalam air, dan dalam terbang, ia menyentak. Maka ia mendapat nilai C dalam semua kursusnya dan menjadi yang tertinggi dalam kelas. (terjemahan secara bebas dari buku You have the Power to create LOVE - Bo Sanchez)
Hidup bukanlah soal mencoba untuk menjadi seorang ahli dalam segala sesuatu. Hidup adalah menjadi ahli dalam satu hal dan mempersembahkannya untu dunia. Untuk ini saya mau tambahkan satu hal lagi, untuk TUHAN.
Saya telah menerima kenyataan, karena saya manusia, saya hebat dalam satu hal, baik dalam beberapa hal, sedang-sedang dalam sedikit hal dan payah dalam yang lain. Apa talenta utama yang telah Tuhan berikan pada anda?Jawablah pertanyaan itu dengan baik dan anda sudah satu langkah lebih dekat pada hidup yang penuh damai, sukacita dan menyenangkan.
Sampai hari ini saya masih terus mencari talenta seperti apa yang saya sangat kuasai, dan akan saya jalani dengan baik sehingga saya ahli dalam hal tersebut dan mempersembahkan yang terbaik untuk TUHAN dan dunia? rasanya saya perlu merefleksikan diri saya lagi, mungkin mengambil waktu pribadi sejenak untuk merenung dan bersaat teduh.
Apakah satu hal yang dapat anda lakukan bagi dunia?
Best regards
Leilani Carolina