AKU…………KAMU

December 28th, 2008 by leilanicsilitonga

Peluklah diriku janganlah kau lepaskan aku dari mu, hmm sepenggal bait romantis dari Alexa. Mengingatkan ku tentang perjalanan kemarin bersamanya. Aku tak menyangka ini untuk kedua kalinya dalam 2 bulan ini aku pergi bersamanya, ya hanya dengannya. Menikmati jalan2 kota jakarta. Makan siang bersama, rasanya aku berharap waktu tidak bergulir dengan cepat. Kami menikmati kebersamaan itu, tertawa keras tanpa protes, ngobrol ngalur ngidul, curhat-curhatan, makan es krim didalam mobil. Mencoba tuk mencari tahu mimpinya, adakah aku didalamnya? rasanya mulut ini mau berkata, “Aku mencintaimu, ya hanya kamu” adakah kau mengerti rindu hati ini tanpa kau disisiku. Mungkinkah kau percaya kalau diri ini mengharapkanmu ada disisiku. Seandainya aku tidak terlalu takut untuk mengungkapkan isi hatiku…..seandainya

Aku yang selalu memencintaimu.

Leilani, 29-12-2008

Otobiografi 5 Paragraph

September 19th, 2008 by leilanicsilitonga
1
Kususuri sebuah jalan. Ada lubang yang dalam. Aku terjatuh kedalamnya. Aku bingung
Aku tak berdaya. Itu bukan kesalahanku. Kubutuhkan waktu yang sangat lama untuk menemukan
jalan keluar
 
2
Kususuri sebuah jalan. Ada lubang yang dalam. Aku kurang memperhatikannya. Aku terjatuh kedalamnya.
Aku tak percaya. Aku jatuh ditempat yang sama, tapi ini bukan kesalahanku. Kubutuhkan waktu yang sangat lama untuk menemukan jalan keluar.
 
3
Kususuri sebuah jalan. Ada lubang yang dalam. Aku terjatuh lagi kedalamnya.
Aku tak percaya. Aku jatuh ditempat yang sama untuk kesekian kalinya, aku menyadari ini kesalahanku. Kubutuhkan waktu yang lama untuk menenukan jalan keluar
 
4
Kususuri sebuah jalan. Ada lubang yang dalam. Aku melewatinya.
 
5
Kususuri sebuah jalan. Ada lubang yang dalam. Aku mengambil jalan yang berbeda. (lc)

Berkati Dunia Dengan Satu Hal

August 20th, 2008 by leilanicsilitonga
Suatu hari seekor burung, seekor tupai, seekor ikan dan seekor belut berkumpul dan memutuskan untuk memulai sebuah sekolah. Sewajarnya, si burung bersikeras memulai sebuah sekolah terbang. Tapi si Tupai membantah demi keinginan mengadakan kursus memanjat tegak lurus. Dan si ikan, menginginkan perguruan tinggi renang.
Perdebatan panas ini tampaknya akan berlangsung selamanya hingga si belut mengajukan sebuah kompromi: mengapa tidak membiarkan semua ini termasuk dalam kurikulum?
Dan begitulah sekolah itu dibuka secara resmi dan semua murid mengikuti semua kursus yang tersedia.
Burung terlihat luar biasa saat terbang tapi gagal besar dalam renang. Tidak makan waktu lama, sayapnya hancur karena gaya bebas dan gaya dada; akhirnya ia mendapat nilai C dalam kelas terbang, dan F dalam renang.
Tupai mengalami patah tulang dari semua tulangnya ketika ia mencoba terbang. (Ia melompat dari pohon yang paling tinggi dan berteriak, ‘Superman!’ Tidak berhasil.
Dan si ikan? Ia tidak bernafas dengan baik ketika ia mencoba memanjat atau terbang. Hingga ia mengalami kerusakan otak dan bahkan bukan perenang terbaik saat akhir semester.
Tebak siapa yang terbaik di kelas?
Si belut. Ia melakukan semuanya dengan cara setengah jalan. Dalam memanjat pohon, Ia menggeliat ke atas. Dalam renang, ia menggeliat di dalam air, dan dalam terbang, ia menyentak. Maka ia mendapat nilai C dalam semua kursusnya dan menjadi yang tertinggi dalam kelas. (terjemahan secara bebas dari buku You have the Power to create LOVE - Bo Sanchez)
Hidup bukanlah soal mencoba untuk menjadi seorang ahli dalam segala sesuatu. Hidup adalah menjadi ahli dalam satu hal dan mempersembahkannya untu dunia. Untuk ini saya mau tambahkan satu hal lagi, untuk TUHAN.
Saya telah menerima kenyataan, karena saya manusia, saya hebat dalam satu hal, baik dalam beberapa hal, sedang-sedang dalam sedikit hal dan payah dalam yang lain. Apa talenta utama yang telah Tuhan berikan pada anda?Jawablah pertanyaan itu dengan baik dan anda sudah satu langkah lebih dekat pada hidup yang penuh damai, sukacita dan menyenangkan.
Sampai hari ini saya masih terus mencari talenta seperti apa yang saya sangat kuasai, dan akan saya jalani dengan baik sehingga saya ahli dalam hal tersebut dan mempersembahkan yang terbaik untuk TUHAN dan dunia? rasanya saya perlu merefleksikan diri saya lagi, mungkin mengambil waktu pribadi sejenak untuk merenung dan bersaat teduh.
Apakah satu hal yang dapat anda lakukan bagi dunia?
Best regards
Leilani Carolina

…….I MISS YOU…………..

May 17th, 2008 by leilanicsilitonga

Today, on the hetic of life, I am still thingking of you.

Just to find out in mind what are you doing now, and sometimes a question may came to light up my minds, things that do you remember me??? because I do….

Today, on the loneliness of life, I am still thingking of you.

When minds runaway to find out what are you looking for? Many questions came a part of minds, have you find out what you are looking for?? and wondering what’s a kind things you are looking.

I am here, standing alone. Keep await wheter you have time to see me.

I am here, standing alone. Hoping much that you will send me a nice smile.

I am here, standing alone. Just want to say….I MISS YOU…

<Suvarnabhumi, 16-05-2008>

Elang…..

January 9th, 2008 by leilanicsilitonga

Semua orang tahu bahwa elang adalah burung yang mampu terbang paling tinggi
di dunia ini. Elang bahkan membuat sarang di ketinggian. Padahal semua tahu
bahwa di ketinggian, angin selalu bertiup sangat kencang.

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia.
Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu
seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya
yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi
panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi
sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat
menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan:
Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat
menyakitkan — suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas
puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan
tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh
tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu
tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut
satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan
mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan
menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.
Elang mulai dapat terbang kembali. Kutipan di atas saya dapat dari Hendry
Risjawan di www.wikimu.com.

Elang selama ini menjadi icon bagi banyak motivator trainer untuk
menunjukkan bahwa seseorang perlu memotivasi diri untuk terus terbang ke
atas semakin tinggi hingga sampai di atap dunia. Bahkan ada novel kecil
dengan judul "Jonathan Livingstone Seagull", tentang seekor Camar yang
berusaha untuk terbang lebih tinggi seperti elang.

Ternyata elang tidak mendapatkan semua itu secara serta merta. Bahkan secara
genetis saja elang tidak mendapatkan kemudahan untuk terbang tinggi. Benar
bahwa bentuk tubuh, rentang sayap dan kekuatan kepak dan bulu-bulu sayap
memang memungkinkan elang untuk terbang tinggi. Tetapi kemampuan terbang
tinggi itu tidak mudah untuk dipertahankan.

Hanya saja, elang tidak melakukan pilihan. Elang melakukan begitu saja tanpa
berfikir. Semua proses 150 hari tersebut dilakukan tanpa pernah
menimbang-nimbang apakah akan terasa menyakitkan. Bagaimana dia mengumpulkan
makanan agar tetap memiliki energi selama proses transformasi, tidak pernah
dia fikirkan. Semua dijalankan sebagai sebuah keharusan hidup.

Sebagai manusia kita memang memiliki kebebasan untuk memilih. Namun
sayangnya ada zona kenyamanan yang seringkali membatasi pilihan-pilihan
hidup kita. Tetapi benarkah kita lebih menyukai kenyamanan kekinian
dibandingkan kenyamanan lain.

Kenyamanan lain? Ya, ada beberapa hal yang selama ini kita tidak miliki dan
sangat ingin kita miliki, tetapi itu berarti kita harus mengubah sesuatu.
Cara hidup kita selama ini perlu kita ubah bila kita ingin mendapatkan
sesuatu.

Analoginya sangat mudah, ketika Anda ingin pergi ke suatu tempat padahal
Anda tidak sedang berada di tempat itu, maka Anda harus bergerak pindah
tempat. Bukankah itu berarti tempat Anda berdiri berubah. Maka, ketika Anda
memang tidak ingin pergi kemana-mana, Anda memang tidak perlu berubah.
Ketika Anda tidak ingin mendapatkan sesuatu, Anda memang tidak perlu
berubah. Tidak perlu keluar dari zona kenyamanan Anda.

Zona yang Anda tuju justru bisa saja lebih nyaman, namun sayang sekali,
antara zona kenyamanan yang sekarang dengan zona kenyamanan yang Anda tuju
berjarak dan melewati zona tidak-nyaman. Lihatlah ada 150 hari penuh zona
tidak-nyaman bagi elang.

Ada kabar baik, ada kabar buruk di atas tadi. Semua sekarang tergantung
pilihan Anda. Anda toh bukan elang yang tidak bisa memilih…

-lc-

HIDUP adalah…

January 9th, 2008 by leilanicsilitonga

Bagiku, Hidup hari ini adalah….

Harapan….untuk setiap helaan nafasku

Kesempatan….untuk meraih semua peluang

Perjuangan….untuk mewujudkan mimpiku

Kemenangan….untuk mengalahkan ambisiku, egoisku…

Sukacita….untuk Tuhan Yesus yang selalu ada untukku

Syukur……untuk pekerjaan walaupun tubuhku lelah dan letih, sahabat yang menemani sepanjang perjalanan, keluarga yang memberi cinta, dan karena hari ini aku masih hidup.

-lc-

The Different….

January 9th, 2008 by leilanicsilitonga

The differences between Easy and Difficult
                  The source: Unknown.

Easy is to get a place in someone’s address book.
Difficult is to get a place in someone’s heart.

Easy is to judge the mistakes of others
Difficult is to recognize our own mistakes

Easy is to talk without thinking
Difficult is to refrain the tongue

Easy is to hurt someone who loves us
Difficult is to heal the wound

Easy is to forgive others
Difficult is to ask for forgiveness

Easy is to set rules
Difficult is to follow them

Easy is to dream every night
Difficult is to fight for a dream

Easy is to admire a full moon
Difficult to see the other side

Easy is to stumble with a stone
Difficult is to get up

Easy is to enjoy life every day
Difficult to give its real value

Easy is to pray every night
Difficult is to find God in small things

Easy is to promise something to someone
Difficult is to fulfill that promise

Easy is to say we love
Difficult is to show it every day

Easy is to criticize others
Difficult is to improve oneself

Easy is to make mistakes
Difficult is to learn from them

Easy is to weep for a lost love
Difficult is to take care of it so as not to lose it

Easy is to think about improving
Difficult is to stop thinking and put it into action

Easy is to think bad of others
Difficult is to give them the benefit of the doubt

Easy is to receive
Difficult is to give

Easy to read this
Difficult to follow

Easy is to keep friendship with words
Difficult is to keep it with meaning

The language of friendship is not words, but in the demonstration.
The world is like a mirror, you see? Smile, and your friends will smile too!-lc-

Menanti……

January 9th, 2008 by leilanicsilitonga
Cukup kuatkah engkau menanti?

Menunggu memang bukan pekerjaan yang menyenangkan. Dan banyak kali
dalam
hidup kita ketika kita berdoa, jawaban Tuhan adalah “Tunggu”. Tentu
saja
jawaban sebuah doa bukan cuma menunggu. Tuhan juga menjawab doa kita
dengan “Iya” atau “Tidak”.

Dalam waktu penantian itu ternyata ada 3 kurun waktu yang mungkin
selama
ini tidak kita ketahui. Kurun waktu selama ini yang mungkin kita
ketahui,
yakni :
1. Cronos
Kurun waktu ini adalah kurun waktu yang kita pakai, seperti detik,
menit,
jam, hari, minggu, bulan, tahun, dll. Kurun waktu yang secara jasmani
bisa
kita ukur dan dirasakan sama oleh semua manusia.
2. Kairos.
Kurun waktu ini adalah kurun waktunya Tuhan. Seringkali kita mendengar
“Ini belum waktunya Tuhan, jadi perkara ini belum terjadi”.
Bagaimana kita
bisa mengetahui kapan waktunya Tuhan? Biasanya kita akan mengetahui hal
ini dengan cara menerima janji Tuhan untuk hidup kita.

Sekalipun kita tidak bisa mengukur dengan waktu Crosnos mengenai janji Tuhan itu, tetapi kita sudah mengetahui bahwa kairos itu ada.
3. Pleero
Kurun waktu ketiga ada Pleero. Kurun waktu ini dikenal dengan waktu
penggenapan, dimana janji Tuhan digenapi dalam hidup kita.

Tidak sedikit dari kita yang sudah cukup puas dengan waktu Kairos,
karena
kurun waktu ini adalah kurun waktunya Tuhan. Tapi ternyata hal ini
tidak
cukup, karena kita harus kuat sampai waktu Pleero. Coba kita bayangkan
jika kita hanya cukup puas dengan waktu Kairos, kita tidak cukup kuat
untuk menanti waktu Pleero, apalagi jika kita tidak tahu adanya waktu
Pleero. Pasti kita tidak akan pernah menerima janji Tuhan itu dalam
hidup
kita. Saya pecaya ada banyak janji Tuhan dalam hidup kita yang Bapa
sendiri rindu untuk

menggenapinya, tapi Bapa membutuhkan respon kita.
Jangan berhenti hanya pada waktu Kairos, tapi berjuanglah sampai waktu
Pleero itu terjadi dalam hidup kita.
Tuhan Yesus Memberkati.
Leilani Carolina S

HeadaChe…

September 13th, 2007 by leilanicsilitonga

Sept 13th,2007

Hari ini, bukan deh minggu ini full of disstress. I felt, the world is shout me aloud….pleasse..I need a break, even for a while. I need a space to take a deep breath, to lay down my mind. Uhh, It was started a weird import procedurs…delay shipment, complain kaleng bocor yang out of spec…duh Gusti pengin teriak kenceng…paling kenceng biar plong, kalo bisa sih nangis….tapi apa iya itu nyelesein masalah. FACE IT, simple words means deeply. Yeah, face it. Do you part as best as you could and Surrender it in the GOD hands.

-Badai yang kencang akan membuat pohon memperdalam akarnya, GBU-

DIC, Purchasing Room, 13-09-2007

My 1sT Words

September 13th, 2007 by leilanicsilitonga

My 1sT WoRdS

Finaly, I have my own blog..after several time stuck around in the net find out how to make a blog :-). Well, I’ll writte in my feelings, emotions, thoughs when I get high and mostly when I get down :-). Sure, this is definetly ME. I shouldn’t ask anyone favor for comment, feeling free to confess my feelings, playfull-heartache-falling in love-and so on…and so on….

So, let’s the story begins…..happy writting dear…